Penataan barang di gudang perlu dilakukan dengan rapi agar produk tidak mudah jatuh, kemasan tidak rusak, dan pekerja bisa bergerak dengan leluasa. Susunan yang stabil juga membantu proses pencarian, pengambilan, serta pemindahan barang berjalan lebih efisien.
Cara menyusun barang lebih aman dimulai sebelum barang ditempatkan di rak atau pallet. Perhatikan berat, ukuran, kondisi kemasan, kapasitas tempat penyimpanan, dan jalur yang akan dilalui selama kegiatan operasional.
Cara Menyusun Barang Lebih Aman
1. Kelompokkan Barang Berdasarkan Karakteristik
Pisahkan barang menurut jenis, ukuran, berat, serta tingkat kerentanannya terhadap benturan. Barang mudah pecah atau sensitif terhadap tekanan sebaiknya berada di area khusus agar tidak tertindih oleh produk yang lebih berat.
Selanjutnya, beri label pada kelompok barang dan lokasi penyimpanannya. Penandaan yang jelas membantu pekerja mencari barang tanpa perlu membongkar susunan lain yang sudah tertata.
2. Letakkan Barang Berat di Bagian Bawah
Tempatkan muatan berat pada lapisan bawah dan barang ringan di bagian atas. Susunan ini membuat titik berat lebih rendah sehingga tumpukan lebih stabil saat berada di tempat penyimpanan atau ketika dipindahkan.
Periksa pula kekuatan kemasan yang menahan beban dari atas. Hindari memakai kardus penyok, basah, atau robek sebagai dasar tumpukan karena kondisinya dapat membuat barang bergeser.
3. Periksa Pallet dan Permukaan Lantai
Gunakan pallet yang utuh, rata, dan mampu menahan berat muatan. Sebelum menyusun barang, periksa papan yang retak, bagian yang patah, serta paku atau serpihan yang dapat merusak kemasan.
Pastikan pula lantai tempat penyimpanan rata dan mampu menopang beban. Jika alas miring atau rusak, pindahkan kegiatan ke area yang aman sebelum mulai menumpuk barang.
4. Sebarkan Beban secara Merata
Susun barang dengan membagi berat ke seluruh permukaan pallet, bukan hanya menumpuknya di satu sisi. Muatan yang tidak seimbang dapat membuat pallet miring dan meningkatkan risiko barang bergeser saat alat angkut bergerak.
Susun barang secara berlapis dengan posisi yang stabil agar kemasan tidak mudah bergeser. Jika bentuk barang tidak seragam, gunakan penahan atau pengikat yang sesuai.
5. Atur Tinggi Tumpukan
Sesuaikan tinggi tumpukan dengan ukuran barang, kekuatan kemasan, kondisi rak, dan ketentuan tempat kerja. Jangan menambah lapisan hanya demi menghemat ruang jika susunan mulai goyah atau sulit dijangkau.
Untuk barang yang mudah bergeser, gunakan rak, pembatas, atau pengikat yang sesuai. Pastikan susunan barang tidak menghalangi pintu, jalur evakuasi, tanda keselamatan, maupun jalan keluar gudang.
6. Jaga Jalur Tetap Lapang
Sisakan ruang yang cukup pada lorong untuk pekerja dan alat pemindah barang. Jangan meletakkan barang sementara di depan pintu, tikungan, jalur evakuasi, atau akses menuju perlengkapan darurat.
Kemudian, singkirkan plastik, tali, dan potongan kemasan dari lantai. Area yang bersih membantu mengurangi risiko tersandung serta mencegah roda alat angkut terhambat.
7. Gunakan Alat Bantu yang Sesuai
Gunakan troli, hand stacker, atau forklift sesuai berat dan dimensi muatan. Sebelum mengangkat barang, periksa kapasitas alat dan pastikan muatan berada di posisi seimbang.
Jika menggunakan forklift, masukkan garpu sejauh mungkin di bawah pallet dan angkat secara terkendali. Operator perlu menjaga kecepatan saat berbelok serta menghindari membawa muatan yang menghalangi pandangan.
8. Periksa Susunan secara Berkala
Lakukan pemeriksaan berkala pada barang, pallet, dan rak untuk mendeteksi kerusakan maupun perubahan posisi muatan. Jika susunan tampak miring, hentikan aktivitas di sekitarnya dan perbaiki setelah area aman.
Biasakan semua pekerja mengikuti aturan penataan yang sama dan melaporkan kerusakan sejak awal. Sebagai referensi tambahan, kamu dapat membaca panduan cara menyusun barang lebih aman.
Kesimpulan
Cara menyusun barang lebih aman mencakup pengelompokan berdasarkan karakteristik, penempatan barang berat di bawah, pemeriksaan pallet, pembagian beban, serta pengaturan tinggi tumpukan. Jalur yang bersih, alat bantu yang sesuai, dan pemeriksaan berkala juga mendukung keselamatan kerja.Dengan kebiasaan tersebut, risiko barang jatuh atau rusak dapat ditekan dan aktivitas gudang menjadi lebih tertib.
